Gus Bupati Fawait Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Kelangkaan BBM, Stok BBM Cukup
Gus Bupati Fawait Minta Masyarakat Tidak Terpancing Isu Kelangkaan BBM, Stok BBM Cukup
Jember, 8/03/2026
Muhammad
Fawaid Bupati Kabupaten Jember menyampaikan kepada masyarakat, bahwa
pasokan BBM di Jember dalam kondisi cukup. Pernyataan Bupati kader
Partai Gerindra ini, disampaikan menanggapi keresahan masyarakat terkait
dengan isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat ketidakstabilan
kondisi perang Iran, Israel, Amerika Serikat di Timur Tengah,
Baca Lebih Lengkap Di Paguyuban Asgar News
Lihat Link Lengkap Di Bawah Ini
http://www.paguyubanasgar.domainnews.biz.id/2026/03/stok-bbm-aman-gus-bupati-fawait-minta.html
Pernyataan resmi Gus Bupati Fawait, ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama SBM Pertamina Jember dan Ketua DPC Hiswana Migas, Pj. Sekdakab Jember, dan sejumlah pimpinan OPD di Wahya wibawa graha pada Kamis (5/3/2026). Gus Fawait menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Jember saat ini dalam kondisi aman, bahkan melimpah.
Pernyataan Gus Bupati ini didukung oleh pernyataan Menteri
ESDM Bahlil Lahadalia yang pada Jum'at malam (6/3/2026) menyampaikan
amannya kondisi pasokan BBM Pertamina dalam negeri.
"Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak
dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat
storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang, dari
dulu," kata Bahlil kepada pers di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat,
Jumat (6/3/2026) malam.
"Nah, standar minimal ketersediaan kita
itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang
minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita,
minyak kita itu aman. Jadi enggak perlu ada panic (buying), enggak
perlu. Supply lancar," kata Bahlil lebih lanjut.
Gus
Bupati Fawait mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh kabar
burung yang tidak bertanggung jawab mengenai penipisan stok BBM. Dia
menekankan bahwa kondisi stok BBM saat ini sangat berbeda dengan
beberapa bulan lalu, di mana kendala cuaca dan pembangunan infrastruktur
sempat menghambat pasokan BBM.
“Kami menyadari adanya kekhawatiran masyarakat akibat
konflik internasional yang mengganggu jalur logistik global. Namun,
berdasarkan data lapangan dari Pertamina, stok BBM untuk wilayah Jember
sangat mencukupi,” kata Gus Fawait secara on line, di hadapan pers.
Berdasar
data dari Pertamina, ketersediaan BBM lebih dari cukup untuk kebutuhan
harian warga. Bahkan, jika terjadi lonjakan permintaan, Pertamina telah
berkomitmen untuk segera menambah pasokan tanpa menunda.
Bupati
berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic
buying) yang justru dapat memicu ketidakstabilan semu di pasar.
“Tidak
perlu panik. Stok kita aman dan melimpah. Kami bersama Pertamina tidak
akan tinggal diam jika ada peningkatan kebutuhan; stok akan langsung
ditambah jika diperlukan,” tegas Gus Fawait.
Gus Fawait berharap,
dengan adanya klarifikasi resmi ini, aktivitas ekonomi dan mobilitas
masyarakat Jember dapat kembali berjalan normal tanpa rasa was-was. Gus
Fawait juga meminta warga untuk lebih cermat dan bijak dalam menyaring
informasi yang beredar di media sosial.
Keterangan
Bupati Gus Fawait ini didukung juga oleh data yang disampaikan oleh
Menteri ESDM, Bahlil, yang mengatakan, bahwa minyak Indonesia diambil
dari Timur Tengah, berupa minyak mentah, bukan minyak jadi.
Menurut
Bahlil, minyak mentah yang diambil Indonesia dari Timur Tengah mencapai
20-25 persen dari total minyak Nasional. Akan tetapi, saat ini, menurut
Bahlil, Indonesia sudah mendapatkan pengganti sumber minyak mentah,
bukan hanya dari Timur Tengah saja.
"Kami dengan Pertamina sudah
switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria,
dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," tegas Bahlil.
Bahlil
menyebut bahwa untuk BBM jenis Solar, Indonesia sudah berhasil
memproduksi full di dalam negeri. Dengan demikian, stok BBM sisa 20 hari
bukan berarti diterjemahkan bahwa BBM dalam negeri hanya tersisa untuk
20 hari saja.
Indonesia memproduksi BBM secara terus menerus, walau kapasitas penyimpanan Nasional untuk BBM hanya untuk 25 hari.
"Bensin
ini tidak kita impor dari Middle East, tidak juga kita impor dari
Amerika atau dari Afrika. Impor bensin kita itu dari Singapura sama
Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri,"
jelas Bahlil.
"Jadi insya Allah, sekalipun terjadi peperangan di
Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi
enggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi
yang keliru. Insya Allah aman. Pemerintah akan hadir bersama dengan
rakyat jadi enggak perlu ada rasa suasana kebatinan yang tidak pas,"
imbuh Bahlil (vijay)

Comments
Post a Comment